Rumah Sakit Siap Gunakan Tehnologi Nuklir

Bila bicara tentang tehnologi nuklir, mungkin terbersit di benak kita akan kehancuran umat manusia. Namun seiring berkembangnya zaman, nuklir justru bisa dipakai dalam bidang ilmu kesehatan, contohnya untuk menyembuhkan kanker.

enter image description here

Perubahan tehnologi nuklir semakin dinilai efisien dalam menyembuhkan kanker. Sekurang-kurangnya, sampai sekarang ini ada lima rumah sakit Jakarta Barat yang memakai tehnik radioterapi paling mutakhir berbentuk Intensity Modulated Radiation Terapi (IMRT) yang bisa meminimalisir resikonya penyembuhan kanker.

Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional Prof Soehartati Gondhowiardjo menyampaikan ke lima tempat tinggal sakit itu yakni RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, RS Dokter Soetomo Surabaya, RS Gading Pluit Jakarta, MRCC Siloam, serta RS Murni Teguh Medan.

"Kita berharap, di beberapa daerah ada alat radioterapi. Yang lain saya sangka menyusul lantaran bakal ada menambahkan alat radioterapi di beberapa daerah di Bandung, Jogja serta Semarang," katanya

3 RS di Jakarta Gunakan Nuklir untuk Deteksi Kanker

Siapkah Sumber Daya Manusia Indonesia Pakai Tenaga Nuklir?

Terlebih dulu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, ada 17 tempat tinggal sakit (RS) yang mempunyai instalasi kedokteran nuklir dan memakai radiofarmaka untuk diagnosis serta therapy penyakit.

Kesepuluh RS itu yaitu Tempat tinggal Sakit Cipto Mangunkusumo (Jakarta), RS Harapan Kita (Jakarta), RS Pusat Pertamina (Jakarta), RSPAD Gatot Soebroto (Jakarta), RS Kanker Dharmais (Jakarta), RS Gading Pluit (Jakarta), RS Hasan Sadikin (Bandung), RSdr Sutomo (Surabaya), RS M Djamil (Padang) serta RS Marta Fiesta (Medan).

Sesaat tujuh tempat tinggal sakit yang lain tak dengan cara aktif memakai peralatan tehnologi kedokteran nuklir yang dipunyai. Tujuh RS itu yaitu RS Fatmawati (Jakarta), RS MMC (Jakarta), RS dr. Sardjito (Yogyakarta), RS Kaiadi (Semarang), RS Saeful Anwar (Malang), RS Adam Malik (Medan) serta RS Akademis (Makassar)

Pemakaian tehnologi nuklir ini, kata Soehartati bakal dibantu oleh Tubuh Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) serta dipantau oleh Tubuh Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Sedang regulasinya-untuk menghindar penyalahgunaan tehnologi nuklir bakal dikerjakan segera oleh Kementerian Kesehatan.

Author: admin

Just another HTMLy user.