Kesepian

Kesepian

Dahulu saat kecil serta masihlah tinggal dirumah orang-tua, tidak sedikit dari kita memikirkan begitu serunya jika kelak hidup sendiri di kos, asrama maupun dirumah lain maupun di kota lain yang dekat maupun jauh. Dasarnya, tidak serumah lagi dengan orang-tua. Kita memikirkan diri yang demikian bebas, dapat memastikan sendiri apa yang bakal dikonsumsi hari ini, kemana serta jam berapakah pulang. Yang paling seru yaitu mengatur duit serta deg-degan menanti kiriman duit ortu (jika tengah meniti pendidikan). Atau, untuk yang telah bekerja – waktunya kirim suatu hal pada ortu.

Sepi

Menantang? Sudah pasti.

Seru? Iya banget.

Indah? Nyatanya tidak seindah dalam bayangan.

Iya, rasa-rasanya hidup sendiri itu jauh semakin lebih tidak sama bila kita, ya, betul-betul sendiri. Memanglah, kita semua tidak seutuhnya sendiri – pastinya masihlah miliki kerabat. Tetapi, perasaan, ‘hidup sendiri’ yang diimpikan dulu saat kecil tidaklah seperti ini.

Kadang waktu, rindu juga untuk menelepon serta mengatakan kata “Mama”, atau “Ibu atau “Bunda” atau apalah yang memaksudkan wanita yang melahirkan kita. Rindu juga untuk memanggil “Ayah”, “Bapak” atau sebutan lain yang semacamnya.

…dan terkadang rindu untuk menangis lewat telephone untuk katakan kalau hidup merantau itu nyatanya cukup menyiksa.

Saya sendiri masihlah miliki keluarga dekat yang telah saya anggap seperti pengganti Bapak-Ibu. Namun masih tetap saja rasa-rasanya tidak sama.

Iya, kita dapat seperti itu bila kita terasa betul-betul sendiri. Walau sebenarnya, sesungguhnya, kita tidak sendirian…

Bila tidak miliki Bapak-Ibu lagi, peluang kita miliki keluarga yang pernah membesarkan kita atau sekurang-kurangnya berjasa untuk kita. Anggaplah mereka Bapak-Ibu. Memanglah kita mungkin saja tidak dapat bermanja-manja seperti pada orang-tua kandung kita. Kita juga pastinya sungkan untuk memohon pertolongan mereka waktu kita betul-betul tidak miliki suatu hal apa pun di perantauan. Berat? Iya, berat banget. Walau demikian, jadikanlah hal itu sebagai “keistimewaan’. Anda khusus! Anda mengawali hidupmu ibaratnya dari “0” sendiri serta pastinya bakal indah pada waktunya.

Janganlah memikirkan hidup seperti tanpa ada maksud. Memanglah setiap saat mungkin walau telah miliki banyak rekan meskipun di daerah baru – kita miliki perasaan “kosong” serta sendirian. Tetapi, kita masihlah miliki maksud. Hidup masihlah panjang. Terdapat beberapa surprise di hari depan! Kita tentu miliki teman dekat yang seperti keluarga. Siapa juga yang tahu nantinya kita bakal membuat keluarga baru, mempunyai seorang atau jadi tambah juga nantinya jadi sebagian orang.

Ya, masihlah ada besok yang menaruh surprise!

Dear, Readers. Maafkan daku yang menuliskan suatu hal yang ngalor-ngidul ini. Saya saat ini tengah terasa “sendiri” saja jadi perlu pelampiasan supaya tidak demikian tenggelam dengan perasaan sendiri ini. Sejujurnya, saya belum seutuhnya dapat hidup sendiri serta mandiri.

Author: admin

Just another HTMLy user.